WhatsApp Icon
Keutamaan Malam Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan dalam Bulan Ramadhan

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadhan. Malam ini memiliki keutamaan yang luar biasa karena disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah selama seribu bulan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat 1–3:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."
(QS. Al-Qadr: 1–3)

Pada malam yang mulia tersebut para malaikat turun ke bumi dengan membawa rahmat dan keberkahan. Allah SWT juga berfirman:

"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."
(QS. Al-Qadr: 4–5)

Mengenai kapan terjadinya malam Lailatul Qadar, para ulama menjelaskan bahwa malam ini berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Malam ganjil yang dimaksud biasanya adalah malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan. Namun tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi. Hal ini bertujuan agar umat Islam bersungguh-sungguh memperbanyak ibadah di sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Pada malam tersebut umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amalan seperti shalat malam (qiyamul lail), membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, serta memperbanyak doa memohon ampunan kepada Allah SWT.

Dengan keutamaan yang begitu besar, malam Lailatul Qadar menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk bertemu dengan malam yang penuh kemuliaan ini dan mendapatkan keberkahan serta ampunan dari Allah SWT.

10/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Wonogiri
MALAM NISFU SYA’BAN : Malam Penuh Berkah dan Ampunan

Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam pertengahan bulan Sya’ban, tepatnya pada tanggal  15 Bulan Sya’ban. Malam Nisfu Sya’ban menjadikannya salah satu malam penting dalam tradisi Islam, terutama karena untuk kita memiliki kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan do’a kita. Malam ini, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Laylatul Nisfu Sya’ban, dimuliakan karena potensinya dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan-Nya, dan memperoleh keberkahan yang melimpah.

“Apabila sampai malam Nishfu Sya’ban, maka Allah melihat kepada para hamba-Nya di lalu mengampuni orang-orang yang beriman.” (HR. Abu Tsa’labah, R.A.)

Hadits ini menjelaskan bahwa Malam Nisfu Sya’ban Adalah sebuah momentum yang sangat mulia bagi seluruh umat Islam untuk meraih ampunan Allah SWT, dengan syarat menjaga keimanan, keikhlasan, dan kerbersihan hati.

Amalan-amalan Malam Nisfu Sya’ban

1.      Shalat malam 

Malam Nisfu Sya’ban merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan pelaksanaan shalat sunah, khususnya shalat malam (qiyamul lail). Beberapa bentuk shalat sunah yang dapat dilaksanakan antara lain shalat Tahajud yang dilakukan setelah tidur pada sepertiga malam terakhir, serta shalat Hajat yang bertujuan untuk memohon berbagai kebutuhan kepada Allah SWT. Selain itu, shalat Tasbih juga dapat diamalkan karena memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Pelaksanaan shalat-shalat sunah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2.      Membaca Al-Qur’an

Malam Nisfu Sya’ban dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an disertai dengan pemahaman makna dan perenungan terhadap kandungan ayat-ayatnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual, memperkuat keimanan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

3.      Beristighfar dan Berdoa 

Malam Nisfu Sya’ban dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak istighfar dan doa sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Umat Islam dianjurkan membaca Sayyidul Istighfar atau memperbanyak lafaz “Astaghfirull?h wa at?bu ilaih”. Selain itu, doa-doa juga dipanjatkan untuk diri sendiri, keluarga, orang tua, serta seluruh umat Islam agar senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam kehidupan.

4.      Puasa Sunah di Hari Nisfu Syaban

Sebagian ulama menganjurkan pelaksanaan puasa sunah pada tanggal 15 bulan Sya’ban, yang termasuk dalam puasa pertengahan bulan Hijriah atau dikenal dengan istilah Ayyamul Bidh, yaitu puasa yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Selain sebagai bentuk ibadah sunah, puasa ini juga berfungsi sebagai sarana latihan spiritual dan pengendalian diri, sehingga dapat mempersiapkan jasmani dan rohani dalam menyambut bulan Ramadhan

5.      Bersedekah dan Berbuat Baik 

Selain ibadah yang bersifat individual, Islam juga menganjurkan pelaksanaan amal sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Pada malam Nisfu Sya’ban, amal kebaikan yang dapat dilakukan antara lain bersedekah kepada fakir miskin, memberikan makanan, membantu orang-orang yang membutuhkan, mempererat silaturahmi, serta memaafkan kesalahan orang lain. Amalan tersebut tidak hanya memberikan keberkahan bagi individu, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan pahala di sisi Allah SWT.

 

Mari kita manfaatkan malam Nisfu Sya’ban sebagai momentum berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, istighfar, doa, dan amal kebaikan. Inilah saat yang tepat untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, dan menyiapkan iman serta jiwa dalam menyambut Ramadhan, agar kita termasuk hamba-hamba yang meraih ampunan dan keberkahan-Nya

02/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Wonogiri

Artikel Terbaru

Keutamaan Malam Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan dalam Bulan Ramadhan
Keutamaan Malam Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan dalam Bulan Ramadhan
Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadhan. Malam ini memiliki keutamaan yang luar biasa karena disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah selama seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat 1–3: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1–3) Pada malam yang mulia tersebut para malaikat turun ke bumi dengan membawa rahmat dan keberkahan. Allah SWT juga berfirman: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 4–5) Mengenai kapan terjadinya malam Lailatul Qadar, para ulama menjelaskan bahwa malam ini berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim) Malam ganjil yang dimaksud biasanya adalah malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan. Namun tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi. Hal ini bertujuan agar umat Islam bersungguh-sungguh memperbanyak ibadah di sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan. Pada malam tersebut umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amalan seperti shalat malam (qiyamul lail), membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, serta memperbanyak doa memohon ampunan kepada Allah SWT. Dengan keutamaan yang begitu besar, malam Lailatul Qadar menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk bertemu dengan malam yang penuh kemuliaan ini dan mendapatkan keberkahan serta ampunan dari Allah SWT.
ARTIKEL10/03/2026 | Humas BAZNAS Wonogiri
MALAM NISFU SYA’BAN : Malam Penuh Berkah dan Ampunan
MALAM NISFU SYA’BAN : Malam Penuh Berkah dan Ampunan
Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam pertengahan bulan Sya’ban, tepatnya pada tanggal 15 Bulan Sya’ban. Malam Nisfu Sya’ban menjadikannya salah satu malam penting dalam tradisi Islam, terutama karena untuk kita memiliki kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan do’a kita. Malam ini, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Laylatul Nisfu Sya’ban, dimuliakan karena potensinya dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan-Nya, dan memperoleh keberkahan yang melimpah. “Apabila sampai malam Nishfu Sya’ban, maka Allah melihat kepada para hamba-Nya di lalu mengampuni orang-orang yang beriman.” (HR. Abu Tsa’labah, R.A.) Hadits ini menjelaskan bahwa Malam Nisfu Sya’ban Adalah sebuah momentum yang sangat mulia bagi seluruh umat Islam untuk meraih ampunan Allah SWT, dengan syarat menjaga keimanan, keikhlasan, dan kerbersihan hati. Amalan-amalan Malam Nisfu Sya’ban 1. Shalat malam Malam Nisfu Sya’ban merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan pelaksanaan shalat sunah, khususnya shalat malam (qiyamul lail). Beberapa bentuk shalat sunah yang dapat dilaksanakan antara lain shalat Tahajud yang dilakukan setelah tidur pada sepertiga malam terakhir, serta shalat Hajat yang bertujuan untuk memohon berbagai kebutuhan kepada Allah SWT. Selain itu, shalat Tasbih juga dapat diamalkan karena memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Pelaksanaan shalat-shalat sunah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 2. Membaca Al-Qur’an Malam Nisfu Sya’ban dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an disertai dengan pemahaman makna dan perenungan terhadap kandungan ayat-ayatnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual, memperkuat keimanan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. 3. Beristighfar dan Berdoa Malam Nisfu Sya’ban dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak istighfar dan doa sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Umat Islam dianjurkan membaca Sayyidul Istighfar atau memperbanyak lafaz “Astaghfirull?h wa at?bu ilaih”. Selain itu, doa-doa juga dipanjatkan untuk diri sendiri, keluarga, orang tua, serta seluruh umat Islam agar senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam kehidupan. 4. Puasa Sunah di Hari Nisfu Syaban Sebagian ulama menganjurkan pelaksanaan puasa sunah pada tanggal 15 bulan Sya’ban, yang termasuk dalam puasa pertengahan bulan Hijriah atau dikenal dengan istilah Ayyamul Bidh, yaitu puasa yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Selain sebagai bentuk ibadah sunah, puasa ini juga berfungsi sebagai sarana latihan spiritual dan pengendalian diri, sehingga dapat mempersiapkan jasmani dan rohani dalam menyambut bulan Ramadhan 5. Bersedekah dan Berbuat Baik Selain ibadah yang bersifat individual, Islam juga menganjurkan pelaksanaan amal sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Pada malam Nisfu Sya’ban, amal kebaikan yang dapat dilakukan antara lain bersedekah kepada fakir miskin, memberikan makanan, membantu orang-orang yang membutuhkan, mempererat silaturahmi, serta memaafkan kesalahan orang lain. Amalan tersebut tidak hanya memberikan keberkahan bagi individu, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan pahala di sisi Allah SWT. Mari kita manfaatkan malam Nisfu Sya’ban sebagai momentum berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, istighfar, doa, dan amal kebaikan. Inilah saat yang tepat untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, dan menyiapkan iman serta jiwa dalam menyambut Ramadhan, agar kita termasuk hamba-hamba yang meraih ampunan dan keberkahan-Nya
ARTIKEL02/02/2026 | Humas BAZNAS Wonogiri
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Wonogiri.

Lihat Daftar Rekening →